Selasa, 14 Agustus 2012

Naskah Drama untuk 10 Orang


SINOPSIS

Jauh di atas bukit dalam sebuah taman ajaib yang di kelilingi dinding-dinding tinggi serta dilindungi sihir yang kuat, berdirilah Air Mancur Ajaib.

Sekali dalam setahun, pada jam-jam di antara terbit dan tenggelamnya matahari di hari terpanjang dalam tahun itu, satu orang yang tak mujur mendapat kesempatan untuk berjuang mencari jalan ke Air Mancur.Membasuh diri di sana dan mendapatkan kemujuran yang melimpah untuk selama-lamanya.

Pada hari itu, sudah ditentukan tiga penyihir dan seorang sebelum fajar tiba. Tiga penyihir perempuan dengan masalahnya masing-masing bertemu di antara kerumunan orang banyak.

Tiga penyihir itu terpilih untuk masuk ke dalam taman ajaib, dan tanpa disengaja Amata menarik seorang Kesatria. Banyak tantangan dan rintangan yang harus dilewati oleh ketiga penyihir dan seorang kesatria tersebut. Pada akhirnya, seorang yang berhak untuk membasuh wajahnya di sana adalah sang kesatria itu sendiri, Sir Luckless.

Air Mancur Ajaib

Beatrix         : "Waktunya untuk memilih salah seorang untuk masuk ke dalam taman ajaib!"
Altheda        : "Apa yang harus kami persembahkan untukmu Beatrix?"
Beatrix         : "Kalian harus mempersembahkan harta terakhir yang kalian punya!"
Sir Luckless : "Baiklah, aku hanya punya satu koin perak ini"
Altheda        : "Aku hanya punya kuali ini, ini adalah sepeninggalan dari Ibuku"
Amata          : "Beatrix, aku hanya punya jubah ajaib dari ayahku ini, semoga ini bisa membantu"
Asha            : "Aku hanya punya buku mantra ini, semoga kau suka"
Beatrix         : "Baiklah, itu semua sudah cukup, barang yang sangat istimewa bagiku terkecuali milik Sir                       Luckless, silahkan kalian bertiga boleh masuk"

Seketika itu, Beatrix pergi.

Sir Luckless : "Tapi, kenapa aku tidak boleh pergi?"
Altheda        : "Mungkin itu memang nasibmu yang jelek"
Amata          : "Altheda, apa yang kau lakukan? Kau sudah mengejeknya, seharusnya kau tidak boleh seperti itu!"
Altheda        : "Ya, aku minta maaf ya"
Amata          : "Maafkan temanku ini ya"
Sir Luckless : "Ya, aku maaf kan"
Asha            : "Sudah, tidak usah bertengkar! Sekarang kita harus memikirkan bagaimana cara masuk ke dalam sana"

Tiba-tiba, sulur-sulur tanaman merambat dari taman ajaib menjulur di antara mereka berempat, dan melingkar mengikat Asha. Asha menggapai pergelangan tangan Altheda, Altheda mencengkram ujung jubah Amata dan jubah Amata tersangkut pada pedang Sir Luckless.

Altheda        : "Aduh, tempat apa ini? Seperti taman saja"
Asha            : "Ini memang taman Altheda"

Altheda menunjukan jari ke arah Sir Luckless.

Altheda        : "Lho, kenapa orang ini ada bersama kita?"
Asha            : "Iya, ini gara-gara Amata"
Amata          : "Ya, sekali lagi aku minta maaf"
Sir Luckless : "Tenang, ini bukan salahnya. Ini salahku yang terlalu dekat dengan Amata"
Altheda        : "Hanya satu orang yang dapat membasuh diri di Air Mancur Ajaib! Sudah cukup sulit menentukan di antara kita bertiga yang berhak melakukannya, dan sekarang ada tambahan seorang lagi!"
Sir Luckless : "Baiklah, karena aku tidak mempunyai sihir lebih baik aku mundur"
Amata         : "Pengecut!"
Asha           : "Tariklah pedangmu kesatria, dan bantu kami mencapai tujuan!"

Mereka mulai berjalan dan bertemu dengan Beatrix.

Beatrix        : "Persembahkan kepadaku buah usahamu"

Beatrix pergi meninggalkan mereka.

Keempat orang itu terus berjalan, namu tak selangkah pun mereka maju. Kata-kata yang Beatrix ucapkan masih teringat di pikaran mereka. Keempat orang itu menjadi putus asa.

Amata        : "Putus sudah harapan kita untuk pergi ke Air Mancur itu"
Altheda      : "Jadilah pemberani teman-teman! Jangan menyerah!"

Seiring dengan jatuhnya butir-butir keringat mereka, perlahan-lahan mereka mulai melupakan kata-kata yang Beatrix ucapkan. Akhirnya, mereka sampai di Air Mancur Ajaib yang dijaga oleh tiga orang pengawal.

Altheda        : "Maaf, apakah kami boleh pergi ke air mancur itu?"
Pengawal 1  : "Boleh saja, asal kalian mau mengikuti perintah pimpinan kami"
Amata         : "Memangnya, apa maunya?"

Luxios datang.

Pengawal 2  : "Silahkan kalian tanya sendiri kepadanya"
Sir Luckless : "Baiklah, apa maumu?"
Luxios         : "Perkenalkan, aku Luxios. Aku ingin mendengarkan cerita bahagia dari hidup kalian!"
Amata         : "Cerita bahagia dari hidupku, aku sangat bahagia karena aku sudah berada di depan air mancur itu"
Asha            : "Aku bahagia karena dapat menyelesaikan semua rintangan selama perjalanan"
Altheda        : "Aku bahagia karena sebentar lagi aku dapat mengabulkan permintaanku"
Sir Luckless : "Aku bahagia karena teman-temanku bahagia"

Luxios         : "Sangat menakjubkan! Untuk itu, aku persembahkan kepada kalian air mancur ajaib ini agar kalian bisa membasuh wajah kalian disana"

Luxios pergi meninggalkan mereka.

Pengawal 3  : "Selamat datang di Air Mancur Ajaib kami, semoga kalian dapat memperoleh kebaikan dan manfaat yang ada di dalamnya"

Tiba-tiba, Asha jatuh tersungkur di tanah. Altheda segera mengumpulkan tanaman obat yang menurutnya dapat membantu. Altheda mencampurnya dengan air di botol minuman Sir Luckless, dan menuangkannya ke mulut Asha. Seketika, Asha mampu berdiri lagi.

Asha                :"Aku sembuh! Aku tak perlu membasuh diri di air mancul. Biar Altheda saja yang membasuh diri!"
Altheda           : "Jika aku dapat menyembuhkan penyakit ini, aku pasti bisa memperoleh emas berlimpah! Biar Amata saja           yang membasuh diri!"
Amata             : "Permintaan dari Luxios tadi telah menghanyutkan rasa bahagiaku"
Altheda&Asha : "Tapi"
Amata             : "Tidak apa-apa, kesatria yang baik, andalah yang harus membasuh diri di air mancur sebagai balasan terima kasih atas semua tindakan anda!"

Akhirnya, Sir Luckless membasuh dirinya di air mancur, lalu dia keluar dari air mancur dengan penuh kemenangan.

Tokoh :
Amata                   =
Altheda                 =                
Asha                     =  
Sir Luckless           =
Beatrix                  =
Luxios                   =
Pengawal 1            =
Pengawal 2            =
Pengawal 3            =
Pembaca Sinopsis  =

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar